- 26. Gadis dan Troy Saling membenci sejak pertama kali mereka 'beradu pandang'. 27. Hujan bagai jeram liar yang tak Sabar Saling berlomba menuruni tebing curam. 28. Berselimut kabut tebal yang dengan mudah akan menyesatkan siapa pun yang bukan penduduk lokal desa kecil itu. 29. Gelegar petir yang tiba-tiba membelah ritme monoton derai hujan, mengeyakkan kesadaran samantha. 30. Kegelapan tetap tak beranjak. 31. Dengan meraba-raba, samantha berhasil mencapai pintu dapur yang menghadap halaman belakang. 32. Samantha kembali berlari terbirit-birit membelah lebatnya tirai hujan. 33. Seketika instingnya tergelitik. 34. Mendadak ia terkekeh-kekeh dengan sepasang mata menyipit mengawasi air dalam pinggan yang kini menjadi pusaran kecil. 35. Samantha mengerlingkan matanya menyadari kebenran kata-kata Lyubitshka. 36. Aku akan menyelamatkan jiwanya. 37. Kalian sepasang jiwa Malang yang patut mendapat pertolongan dariku. 38. Gumpalan tipis lebut bagai kapas nan putih itu terus turun perlahan lalu menempel di aspal. 39. Pucuk-pucuk cemara araukaria yang bertahtakan butir-butir putih. 40. Taman-taman yang menjelma hamparan permadani serba putih. 41. Pohon-pohon bereozka itu nampak begitu pasrah kepada takdir Tuhan seru sekalian alam. 42. Pohon-pohon pinus di hutan-hutan kecil di pinggir bandara Sheremetyevo menggigil kedinginan. 43. Orang-orang menutupi tubuhnya dengan pakaian tebal serapat-rapatnya. 44. Rumah-rumah dan gedung-gedung menutup pintu dan jendelanya rapat-rapat. Tak Boleh Ada sedikit pun angin dingin yang Boleh masuk. 45. Salju yang turun perlahan dan hawa dingin yang menggigit tulang, samasekalai tidak mengahalangi arus lalu lalang orang-orang di bandara Sheremetyevo. 46. Lelaki berhidung bengkok ke kiri itu terus memainkan kunci mobilnya. 47. Lalu terjadilah dialog dengan bahasa isyarat antara lelaki Rusia berhidung mencong ke kiri itu dengan pemuda berkacamata. 48. Aku sajja yang kurasa bandel darimu tidak sampai jepret guru. Kamu yang kecil, kerempeng kok tiba-tiba melakukan hal gila seperti itu. 49. Sampai beberapa teman perempuan kita menjuluki aku si bandit kecil berkaki satu. 50. Kelemahannku sejak aku mengerti wajah cantik, aku sangat rapuh berhadapan dengan wajah cantik.Sumber : Love, curse, & hocus-pocus. Karya Karla M. Nashar Bumi Cinta. Karya Habiburahman El Shirazy.
- 51. Buah hati Garin Nugroho dan Riani Ikaswati ini sadar betul akan hal itu. 52. Persetujuan Linggarjati adalah titik pijak kehadiran Indonesia sebagai negara bangsa modern di dunia internasional. 53. Kini keberadaannya aman dibawah payung Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. 54. Ia andaikan dirinta bagai sekuntum bunga indah tapi akan layu, sementara pohonnya tetap tegak. 55. Tak ada waktu yang merangkak terlalu panjang. 56. Dia mengakui bahwa seni tradisi ini semakin luntur dan ditinggalkan orang. 57. Menjadi seniman di negeri ini tentulah seperti menapaki jalan kesunyian. 58. Sebagai ujung tombak dari republik ini, Jayakarta yang pernah dipanggil Batavia dan kini Jakarta, sebagau ibukota Republik Indonesia merupakan pusat pandang setiap warga. 59. Jakarta berwajah seribu. 60. Dibelah oleh Sungai Ciliwung yang airnya coklat dan kadangkala menghitam tercemar polusi. 61. Gedung Bataviasche Kunstkring kini kembali bersolek. 62. Dua meriam perunggu di kanan-kiri museum seolah-olah menyambut para pengunjung. 63. Bayangkan saja, betapa kaya akan sejarah jika kita bisa menggali arti dan makna yang terkandung dalam nisan mereka. 64. Maka seperti bayi, songket Minang terlahir kembali. 65. Menurut perantau asal Pariaman itu, songket sudah menjadi Buah Tangan khas Sumatera Barat yang memiliki nilai seni dan nilai jual yang tinggi. 66. Sifat itu bukan lahan subur untuk menumbuhkan organisasi dan koordinasi yang kuat. 67. Burung-burung hantu itu bukan apa-apa dibanding dengan kabar burung tang tersebar. 68. Derum rendah memecah kesunyian disekitar mereka. 69. Angin sepoi meniup pagar-pagar tanaman di Privet Drive yang rapi. 70. Sinar matahari merayap ke dalam ruang keluarga mereka. 71. Dia pikir mungkin dua tulang iganya sudah retak gara-gara menahan tawa. 72. Semakin malam badai mengamuk semakin hebat. 73. Berbagai pertanyaan meledak-ledak dalam kepala Harry seperti kembang api. 74. Kata Hagrid sembari menepakkan tangab ke dahinya dengan kekuatan yang cukup untuk membalikkan kereta kuda. 75. Dan dapat, sebagian karena takut, sebagian lagi karena inginkan cipratan kekuasaannya, karena dia memang punya kekuasaannya.
- Sumber : Majalah Warisan Indonesia edisi tahun 2012. Harry Potter and the Sorcerer's Stone karya J.K. Rowling
- 76.muke gileee, tampang kayak bakiak 77. ketawa ngangkang 78. sumpah ini buku seger banget 79. ini buku emang ngak ada matinye 80. gue masih sanggup aja kerja sama orang ngedongkolin waduk begitu 81. tapi congor ente kayak uler boa 82. ini kantor atau kandang ayam? 83. gue udah kayak anak ayam terjun bebas didandang sop 84. muka pak sugi kusem kayak keset kaki 85. badan lo kayak kampret bunting 9 86. itu idung kayak lobang knalpot atau kayak lobang kubur? 87. aduh bibir si boss kayak ikan cucut 88. pemasukan kantor gali lobang tutup lobang 89. api neraka akhirnya berkobar 90. boss kalo lagi marah kayak ikan buntal megap megap kayak kurang aer 91. kalo doi lagi nyanyi mulutnya kayak mau nelen kepala orang 92. dia lari tergopoh - gopoh 93. itu suami saya, bukan buto ijo 94. bilang aja keburu tengsin 95. andaikan saja mulutnya selongsong mesin tik jaman bahela, udah jebol tuh 96. masih ngak mudeng? 97. bulu ketek ente udah memfosil kalee 98. mulut ente kayak abis makan mayat 99. semenjak dia pakek behel giginya jadi kayak timbunan mentega 100. kepala apa lampu taman? muluss bener
- Sumber : Novel 'My Stupid Boss 2'
Jumat, 06 Juni 2014
SOFTSKILL 6 : MAJAS
Pesona sang Teknologi Modern.
Budaya kebaratan sudah menjamur hampir
keseluruh Indonesia. Bahkan anak TK sudah menggunakan ponsel, entah untuk apa
mereka mendapatkan ponsel itu. Lebih membingungkan lagi, mereka para orang tua
dengan senang hati membelikannya dengan suka rela. Modernism, atau apalah itu,
entah apa yang kalian pikirkan untuk itu. Praktiskah? Mempermudahkah?
Jika kalian yang telah membaca tulisan
ini bertemu dengan saya, mungkin kalian akan melemparkan sesuatu kearah saya.
Saya yakin itu. Saya salah satu menggemar setia barang-barang modern yang ada
di Indonesia, tetapi perlu digarisbawahi juga bahwa saya adalah pengeluh hebat
untuk hal yang sama. Saya mencintai produk-produk modern ini, namun saya juga
membenci produk-produk modern yang 90% berasal dari barat ini. Itulah kenapa
ada istilah ‘cinta itu setipis rasa benci’, dan istilah itu terbukti pada saya,
mungkin kalian juga.
Saya mencintai produk modern ini karena
mempermudah saya sebagai seorang mahasiswi, kebencian saya terhadap produk ini
pun bukan tanpa alasan, melainkan karena produk yang terus bertambah
menonjolkan kecanggihan teknologi barat. Seakan tiada henti mereka memproduksi
teknologi baru, kesempatan untuk bernafas pun hampir tidak ada. Mereka para
penggila teknologi modern, selalu berusaha agar tidak ketinggalan jaman. Saya
yang tidak begitu mengerti teknologi modern dan tidak begitu mengikutinya pun
bingun dengan tingkah mereka yang tak lain berada di sekelilingku.
Saya akui teknologi ini sangat membantu
kita lebih mudah mengerjakan sesuatunya, karena saya pun merasakan manfaatnya
sebagai manusia. Dampak yang luar biasa. Namun, apakah dengan terus mengikuti
perkembangan teknologi modern yang terus mengalir bak air terjun Niagara ini
akan berdampak baik bagi kita seutuhnya?
Dampak yang luar biasa ini pun dapat di
realisasikan para pemuda bangsa dengan mulai memproduksi satu teknologi modern
dengan berlebelkan Indonesia. Wow, luar biasa. Kebingungan saya bertambah
melihat pesona sang teknologi yang dengan luar biasa mempengaruhi manusia mulai
dari dampak baik hingga yang buruk skalipun.
Saya bersyukur bisa lahir di era modern
dan bisa menikmatinya. Namun, sekedar saran kawan. Jangan biarkan mesin itu
memperbudak dan mendikte setiap langkah yang harus kalian lakukan! Kalian
adalah boss dari diri kalian sendiri, bukan mesin itu.
Hargai Mereka !
Indonesia tidak hanya kaya akan sumber
daya alam yang begitu melimpah, namun juga potensi luar yang dimiliki oleh
generasi muda pembangun bangsa yang tersebar hampir diseluruh 33 provinsi di
Indonesia. Akan tetapi, keterbatasan materi dan kurangnya perhatian dari
pemerintah kepada mereka yang berpotensi besar dalam pembangunan bangsa ini di
masa depan membuat beberapa dari mereka hanya berdiam diri ditempat. Namun,
tidak sedikit juga dari mereka yang berhasil membawa ‘suara’ mereka sampai ke
telinga dunia. Usaha mereka tidak hanya bisa di hargai dengan penghargaan. Kepuasan
batin karena bisa membawa nama baik Indonesia ke tingkat Dunia itu sangat luar
biasa mereka rasakan.
Gayatri Wailissa adalah salah satu dari
mereka yang berpotensi luar biasa. Dia menjadi peserta Duta Asean di tahun
2012-2013, dan terpilih untuk mewakili Indonesia dan mengikuti pertemuan anak
di Thailand dalam CRC (Convention on the Right of the Child). Gayatri berasal
dari Maluku, daerah bagian Timur Indonesia yang cendrung mengandalkan otot
dibandingkan otak mereka. Gayatri telah membuktikan pernyataan sebelah mata
yang di patenkan bagi mereka orang Timur. Dan tidak menutup kemungkinan anak
seperti Gayatri masih tersembunyi bahkan di ujung timur maupun di ujung barat
Indonesia.
Mirisnya perhatian dari pemerintah yang
menganggap remeh, mereka yang berpotensi besar di daerah terpencil harus
diminimalisir atau bahkan ditiadakan. Tidak hanya Gayatri, banyak anak hebat
Indonesia lainnya bangga dapat mengharumkan nama Bangsa mereka tercinta ini
dengan cara dan usaha mereka sendiri tentunya, disitulah titik kebanggaan dalam
diri mereka. Berhasil seperti sekarang ini bukan berarti tidak ada tantangan
atau bahkan halangan dan tembok besar yang menghalangi mereka. Upaya mereka
harusnya bisa dijadikan inspirasi oleh anak-anak di seluruh Indonesia yang
merasa memiliki potensi luar biasa agar berani unjuk gigi dan membangun bangsa
ini. Seperti kata Bung Karno “Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, tetapi
seorang pemuda dapat mengubah dunia.”
Dengan munculnya wajah-wajah muda
inspiratif ini akankah pemerintah masih menutup mata mereka? Semoga kejadian
yang dialami oleh beberapa para Inspiratif muda ini bisa masuk dalam daftar
‘hal-hal yang perlu di perbaiki seorang Kepala Pemerintahan’ untuk menata
bangsa ini jauh lebih baik dari sebelumnya.
Apa gambaran singkatmu tentang Indonesia kita ini?
Sebagai manusia dan rakyat biasa,
bahkan terlalu biasa untuk didengar suara saya ini. Dan sebagai manusia si
pengkritik pula mungkin tulisan yang tidak ada artinya ini bisa kalian baca,
yah namanya juga manusia hanya bisa memberi ‘kritikan’ tanpa tau apakah yang di
kritik setuju dengan pendapat sebelah mata ini.
Tulisan ini saya ketik saat membaca
sebuah novel karya seorang novelis no.1 di Indonesia, Habiburrahman El Shirazy
atau yang di akrab dipanggil Kang Abik. Saya bahkan belum menyelesaikan bacaan
saya ketika memulai ketikan kritik tanpa arti ini. Tapi, saya sangat
bersemangat untuk menulis tentang ini. Dari salah satu novel karya terbaiknya
yang saya baca saat ini adalah BUMI CINTA.
Saya tertarik pada percakapan antara
Ayyas; seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang melakukan penelitian untuk
menyelesaikan tesis di Rusia, dengan seorang Guru Besar Sejarah Asia Tengah,
Profesor Abramov Tomskii. Dari percakapan mereka yang menyebutkan bahwasanya
Jepang adalah Negara yang sangat bergantung pada Negara kita, yah Indonesia.
Bahkan sang Profesor juga mengatakan; jika Negara kita akan di serang,
Jepanglah Negara pertama yang akan membela Indonesia, kesimpulan tersebut di
sebutkan berdasarkan prediksi data yang telah beliau kumpulkan.
Dan pula penjelasan dari Profesor
yang menyebutkan ‘Kalau Indonesia chaos, perekonomiannya
ambruk, maka orang-orang Jepang tidak akan bisa makan. Indonesialah yang
menghidupkan industri Jepang. Bahan-bahan baku industri Jepang paling besar
didatangkan dari Indonesia. Batu bara, biji besi, tembaga, nikel, semua dari
Indonesia. Dan hasil industri Jepang paling besar dibuang ke Indonesia. Coba
kau hitung berapa ribu kendaraan roda dua setiap harinya yang dibeli orang
Indonesia dari Jepang. Belum kulkas, mesin cuci, televisi, telepon, dan
peralatan elektronik lainnya. Indonesia adalah tempat Jepang mengeruk uang,
juga tempat Negara kapitalis lainnya mengambil keuntungan. Dua ratus tiga puluh
juta adalah pasar yang sangat besar. Sekali lagi sangat besar.” (2010:80)
Saya pun mulai berpikir, begitu
banyak sindiran halus akan SDA yang ada di Indonesia tetapi kenapa terlihat
seperti angin lembut yang menepuk mesra telinga para pemimpin kita? Tidak
perlulah saya jelaskan panjang lebar maksut dari pernyataan sang Profesor dan
ketertarikan saya untuk menulis ini. Bukan hanya dari novel yang saya baca ini,
mungkin dari kalian juga tidak sengaja menemukan pernyataan yang menyatakan
keindahan Negara kita namun ‘diperbudak’ oleh Negara lain, dari bacaan-bacaan
lainnya. Saya akui saat mengetik tulisan ini, saya sedang berapi-api. Bukan
karena bersemangat atau berbangga hati Negara kita di sanjung diberbagai
kesempatan dalam sebuah maha karya seperti ini, akan tetapi saya berapi-api
karena saya bingung akan kebebalan telinga para pemimpin kita. Apa sebenarnya
yang mereka mau?
Yah, kembali lagi ke awal ini hanyalah
ketikan kritik tanpa arti dan tanpa maksut apa-apa. Saya hanya ini menulisnya,
entah atas dasar apa. Tangan ini yang menari menyalurkan irama pemikiran tak
seberapa dari otak ini. Masihkah kita dapat menyelamatkan kekayaan Negara kita
ini? Sebelum habis di keruk para Negara kapitalis itu? Lantas, seperti apa
bayangan anda tentang Negara kita ini? Prediksi kalian beberapa tahun kedepan
mungkin. Yang jelas, doa terbaik saya bisikkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk
kembali meniupkan angin lembut yang akan menggerakan para pemimpin dan pejabat
Negara kita ini, untuk mereka yang baik selalu dilindungi dan diberkahi untuk
menjalankan tugas mulia mereka, dan untuk mereka yang kurang baik segera
disadarkan dan bergerak menuju kebaikan demi bangsa, Negara, dan agama. AMIN.
Identitas kita sebagai bangsa yang besar.
Penampilan seseorang sering kali
dihubungkan dengan identitas diri. Seseorang akan dinilai baik jika
berpenampilan baik pula. Namun, dijaman sekarang penampilan tidak hanya
menggambarkan identitas diri tetapi juga tingkat sosialnya. Jika Bung Karno
berpendapat bahwa “Bangsa Indonesia perlu sebuah simbol kepribadian”, bagaimana
dengan pendapat para pejabat tinggi kita di negri ini? Apakah penampilan kita
sudah mencerminkan kepribadian dari Bangsa kita tercinta ini? Lantas
kepribadian apa yang sudah kita persembahkan dan menjadi cerminan atas negri
kita ini?
Batik yang kita kenal menjadi ikon
bangsa ini telah dikenal dunia, tentu saja itu menjadi kebanggaan kita juga.
Namun, melihat penampilan seharian bangsa kita oleh para penerus bangsa yang
berbau western ini sama sekali tidak mencerminkan ciri khas dari bangsa ini.
Bahkan ada yang berceloteh kalau memakai batik akan terlihat seperti orang
jaman dulu dan ketinggalan jaman. Miris ketika harus mendengar beberapa
pendapat yang menjatuhkan dan terdengar tidak merdu ini keluar dari mulut para
penerus bangsa. Jika terus dibiarkan; kepribadian asli dari bangsa kita akan
perlahan menipis dan terkikis seiring berjalannya waktu.
Malam
Keramaian malam
Seperti biasa, sangat menggiurkan mata.
Dan aku masih tetap saja dengan
kekosongan hati duduk tepat ditengah-tengahnya.
Hiruk-pikuk mereka bahkan terekam rapih
diotakku.
Tapi tak sedikitpun dicerna hati ini.
Keseimbangan hati dan otakku berdiri
tegak layaknya menara pisa.
Kebencianku akan kepura-puraan membuat
mata lebih pemilih dari sebelumnya.
Lingkunganku membuat aku mengutuk
diriku sendiri.
Sunyinya malam
Menghantarkanku jauh kedalam duniaku.
Dunia yang tak ada seorang pun disana.
Hanya aku, sendiri.
Lantunan lagu menghiasi telinga.
Kala jari-jari ini menari indah
menuturkan keluhan yang hanya dipahami Hujan.
Kutanyakan pada bulan malam ini,
seperti apa rasanya disana?
Memperhatikan hampir sebagian bumi ini
sampai petang menjemput?
Bintang tak kunjung muncul.
Tak ingin mengganggu curahan hatiku
pada bulan.
Angin berhembus sangat lembut.
Biasanya yang paling kutunggu-tunggu;
saat angin datang dan menari bersamaku.
Namun, angin malam hanya ini mampir memberi
pelukan yang ku butuhkan.
Selasa, 19 November 2013
Hasil Investigasi
Ganja adalah tumbuhan budidaya penghasil
serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya,
tetrahidrokanabinol (THC,
tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia
(rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ini juga biasa digunakan
sebagai rokok mariyuana.
Ganja memiliki efek negatif secara umum
yaitu, si pengguna menjadi malas berpikir dan otaknya pun menjadi lamban untuk
berpikir. Di sisi lain ada penelitian yang membuktikan bahwa; banyak pihak yang
menyatakan adanya lonjakan kreativitas dalam berpikir dan berkarya terutama
pada para seniman dan musisi. Akan tetapi, lonjakan kreatifitas para seniman
dan musisi juga berpengaruh besar pada jenis ganja yang di gunakan, antara lain
adalah hasil silangan modern “Cannabis indica” yang berasal dari India, dengan
“Cannabis sativa” dari Barat. Jenis ganja inilah yang banyak ditemukan di
Indonesia.
Efek yang ditmbulkan sangat beragam
tergantung pada si pengguna itu sendiri. Sebagian merasakan efek yang membuat
mereka jadi malas, dan sebagiannya lagi menjadikan mereka lebih aktif karena
dihasilkan oleh metamfetamin.
Di beberapa negara di dunia tanaman ini
tergolong sebagai narkotika, meskipun, hingga detik ini tidak terbukti bahwa si
pemakai ganja menjadi kecanduan (terkecuali penggunaanya yang rutin menyebabkan
si pemakai menjadi keterganungan) ataupun kematian seseorang, dan Ganja berbeda
dengan obat-obatan terlarang lainnya yang menggunakan bahan-bahan sintetik atau
semi sintetik dan merusak sel otak, yang jelas berbahaya bagi umat manusia.
Sebelum ada larangan terhadap penanaman
ganja, di Aceh daun ganja dimanfaatkan untuk menjadi komponen sayur dan umum
disajikan. Juga di beberapa negara di perbolehkan untuk pemanfaatan seratnya,
dengan syarat jenis ganja yang di tanam harus mengandung bahan narkotika yang
rendah atau bahkan tidak sama sekali.
Tetapi, bukan tidak mungkin jika seorang
pemakai juga akan terkena penyakit. Penyakit yang umumnya di derita sang
pemakai, antara lain yaitu gangguan paru-paru karena penggunaannya yang
berlebih.
Ada beberapa tanya-jawab yang saya lakukan
dengan teman saya sebagai pengguna ganja, Dia memakai ganja hanya sebagai
pelampiasan semata karena ada beberapa masalah pribadi yang Dia simpan dan
tidak ingin menceritakannya pada siapapun. Efek yang di timbulkan juga tidak
pernah parah atau bahkan menjurus melakukan hal-hal kriminal. Karena bagi Dia,
Dia hanya ‘penikmat’ bukan perusak. Namun, minimnya pengetahuan orang-orang di
sekitar, membuat Dia sering berkecil hati, memandang Dia dengan sebelah mata
dan tidak sedikit yang mempertanyakan masa depannya.
Agak sedikit tidak adil ketika seseorang di
lebeli ‘buruk’ padahal itu belum terbukti bahwa Dia itu seseorang yang buruk
dan tidak memiliki masa depan. Masa depan seseorang tergantung pada diri mereka
masing-masing, dengan usaha mereka untuk mempersembahkan yang terbaik untuk
orang yang mereka sayang. Bukannya di beri lebel ‘baik tidaknya’ seseorang itu...
Langganan:
Postingan (Atom)